JANGAN TERLENA OLEH DUNIA

JANGAN TERLENA OLEH DUNIA

Oleh rohendi

 Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan (kehidupan) akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (Al-Baqarah 2:86)

Saat ini hiruk pikuk kebendaan(hedonisme) telah menjadi tujuan hidup sebagian manusia.  Seluruh waktu, tenaga, fikiran habis tercurah demi memperoleh kebahagiaan dunia.  Ukuran kesuksesan tiada lain adalah bila telah memperoleh harta, kedudukan, dan kesenangan.

Untuk memperoleh itu semua jalan haram terkadang ditempuh juga. Sikut kiri sikut kanan tidak peduli asal tujuan tercapai.  Waktu pun telah disia-siakannya. Tidak pernah mau bersyukur dan mengingat atas karunia dan kekuasaan Allah SWT. Telah lupa bahwa hidup hanya sebentar saja. Lupa bahwa kita akan dibangkitkan setelah kematian. Dan akan diminta pertanggungjawaban atas semua yang telah kita perbuat.

Keinginan dan nafsu telah memperdayakan atau menipu. Sehingga apapun yang diinginkan nafsu kita berusaha untuk memenuhinya.  Apapun yang dipersyaratkan oleh syawat dunia, maka manusia berusaha memenuhinya.

Diriwayatkan dari Annas bin Malik r.a. bahwa Rosulullah bersabda: “Seandainya Bani Adam memiliki dua lembah yang penuh berisi harta maka ia masih akan mencari lembah yang ketiga. Tak ada yang dapat memenuhi perut bani adam kecuali tanah. Tapi Allah memberi ampunan bagi siapa saja yang mau bertobat (HR Bukhari dan Muslim)

Padahal Rosulullah SAW. Sbagai panutan tidak pernah kenyang dengan makanan. Sebagaimana hadis yang  Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. ia berkata,”Keluarga Muhammad saw. Belum pernah kenyang karena mengkonsumsi makanan selama tiga hari berturut-turut hingga meninggal.”

Mengapa manusia begitu bernafsu untuk menguasai dunia? Hal ini telah Allah SWT. Jelaskan dalam Al-Quran

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Ali Imron 3:14)

Oleh jelaskan di sini wanita, anak,harta menjadikan kita semua tertipu dan menjadi kesenangan hidup padahal Allah adalah sebai-baiknya tempat kembali.  Di  samping itu orang yang bermegah-megahan dengan hartanya adalah salah satu criteria penghuni neraka.

Semoga Allah menghindarkan kita dari kecintaan yang belebihan terhadap harta, dan semoga harta yang kita miliki dapat menyelamatkan kita dari siksa neraka yang amat pedih.  Kita memohon kepadaNya agar diringankan untuk melakukan infak dan sadaqoh. Amin.

Diriwayatkan dari Haritsah bin Wahab r.a. bahwa Rosulullah bersabda: aku akan memberi tahu kalian tentang para penghuni surga. Mereka adalah orang yang lemah lagi merndahkan diri. Seandainya mereka bersumpah demi Allah niscaya Allah akan memperkenankannya. Dan aku akan meberitahu kalian tentang penghuni neraka. Mereka adalah orang yang diagung-agungkan, bermegah-megahan lagi sombong.” ((HR Bukhari dan Muslim)

Kesimpulan:

  1. Islam tidak melarang umatnya kaya, akan tetapi kata kunci meraih kekayaan harus dengan cara yang halal
  2. kekayaan harus dijadikan sarana untuk beribadah kepada Allah SWT.
  3.  Di dalam harta kita ada sebagian harta pakir miskin yang harus segera di serahan kepada pemiliknya.
  4. Harta yang ada akan menjerumuskan kita ke neraka, jika harta itu tidak digunakan untuk jihad di jalan Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s