Indinesia All Stars Tumbang

Walaupun kekuatan, kecepatan dan stamina tidak sehebat ketika era berjayanya namun karena filosofi bermain dan tekniknya masih tetap mengagumkan. Itulah tim AC Milain Glorie.   Tak heran bila Indonesia All Stars (IAS) Legend kalah telak 1-5 melawan AC Milan Glorie di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (4/9/2011) malam.

Menurunkan pemain dari empat generasi, Indonesia All Stars Legend tak berkutik menghadapi gempuran mantan bintang Rossoneri.   Padahal IAS di perkuat pemain yang masih aktif.  Namun karena Teknik dan filosofi bermain yang tidak dimiliki, sejak peluit kick off dibunyikan, Milan tampil menyerang yang merepotkan barisan belakang Indonesia.

Serginho menjadi bintang dengan tiga golnya.  sementara Nelson Dida yang biasa menjadi penjaga gawang pun begitu brilian ketika berada di kotak penalti. Dia berhasil menjaringkan satu gol ke gawang IAS yang dijaga Hendra Kartiko.

Memang bukan hanya IAS, namun timnas pun harus dapat meniru teknik dan filosofi bermain tim-tim Erofah.  Jalan paling baik PSSI harus mampu mengontrak pelatih berkelas dunia.  Jika hanya mengandalkan pelatih kelas-kelas bawah jangan harap Timnas berjaya di level internasional.
(wei)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s